“Kelas 3 SMP” itu yang telintas di benakku. Dulu
aku punya beberapa teman yang deket banget, yaa bisa dibilang sahabatlah. Kami ber’tujuh bersahabat tanpa sengaja,
tiba-tiba aja kami suka maen-maen bareng. Sampai suatu saat, kami menyadari
kalo kami saling suka satu sama lain, entah karena apa. Mungkin karena kami
slalu bersama.
Hhmm.. Namaku sendiri Rara Dwi Wijaya, aku
bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Pertama di daerah
tempat tinggalku. Aku sempat
mempunyai teman yang bener-bener dekat banget sama kehidupanku sehari-hari, apapun yang aku lakukan slalu bersama
mereka. Tapi suatu saat hubungan kami sebagai seorang sahabat sepertinya harus
berakhir dengan pilihan jalan masing-masing, artinya kita sudah nggak bisa
bersatu lagi, kalaupun
bisa mungkin hanya sebagai teman
biasa.
CINTA itu jahat..........
Bisa
merubah segalanya. . .
Persahabatan yang dari dulu kita
bangun sekarang hancur karenanya. .
Selamanya itu akan menjadi sebuah
rahasia !!!!!!!!!
Dan
gag akan pernah ada yang bisa menjawabnya selama kita masih seperti anak kecil.
.
Cerita ini di awali dari berubahnya status antara Fika dan Dion, dari
seorang sahabat berubah menjadi sepasang kekasih. Kaget juga sih denger berita
itu tapi itu kenyataannya. Dan yang lebih ngagetin lagi, mereka udah jadian
sejak 3 bulan yang lalu. Entah apa yang ada di benak mereka.
Waktu itu Fika bilang gini
ke aku “Ra, kalo misalnya aku jadian sama Dion gimana menurut kamu, setuju
nggak ?”. Saat itu aku bener-bener
kanget, bisa-bisanya mereka ampek jadian.
“Haaaa . . . kamu bercandakan?? , kita udah temenan lama, kamu yakin
??”.
“Iyalah, nggak tau aku. .
tiba-tiba aja ada rasa”. Kemudian dia
diam sambil memperhatikan handphonenya, berharap Hp itu berbunyi. Kali ini aku
jawab dengan sedikit pelan. “HHmm . . .Ya udahlah, aku sih gimana hati kamu
aja. Yang penting kamu bisa jaga diri kamu sama persahabatan kita”
Sejak saat itu
Fika sama Dion jadi jauh dari kita (Wita,Tian, Ryan sama Dimas). Yaa . . .kalo aku sih ngerti aja mereka berdua jadi gitu,
mereka emang udah pacaran. Tapi nggak tau deh yang lain gimana. aku sama Fika
emang satu kelas, jadi nggak heran kalo aku deket banget sama dia, aku juga
sering nemenin dia maen ke rumah Dion. Sampai suatu saat pas kita maen kerumah
Dion ternyata Dimas juga disana. Entah kenapa sejak saat itu aku jadi deket sama Dimas. Dari waktu ke waktu
kedekatan kita sudah seperti orang pacaran, padahal kita belum pacaran, sebenarnya aku nggak begitu suka sama Dimas tapi
mungkin gara-gara kita sering jadi bahan
bercandaan temen-temen itu membuat kita makin deket. Hingga akhirnya aku
jadian sama Dimas(tanpa rasa) tapi aku mencoba buat menjalani semua dengan ikhlas, toh aku
juga nggak mau menyakiti siapapun, aku hanya mencoba buat hargai perasaannya
dengan mau menerimanya.
Sekarang hari-hariku banyak aku
abisin sama Dimas. aku udah nggak peduli lagi sama temen-temen, begitu juga
dengan Fika, dan ternyata Wita sama Tian juga gitu, mereka udah sibuk sama
kegiatan masing-masing. Sampai suatu saat aku mencoba hubungin mereka dan
ngajak mereka kumpul-kumpul di tempat biasanya kita ngumpul tapi ternyata apa
?? Nggak ada respon dari mereka !!.
***
Seperti biasa, hari ini waktunya Bimbel.
Aku memang bimbel di tempat yang sama dengan Fika and Wita. Saat itu waktunya
mau UAN tahun 2010/2011 jadi rajin-rajinnya kita belajar. Waktu abis bimbel,
kita ngumpul-ngumpul dulu. Yaa. . . shering-shering gitu, karena kita udah
nggak bisa kumpul-kumpul lagi kalo nggak pas waktunya bimbel gini. Nha pas
asyik-asyiknya ngobrol lagi-lagi aku kaget banget.
“Cie cie . . . Wita,
udah jadian nie yee”. Kata Fika.
“haduuuh, ada apaan
lagi sih?? Tanyaku dalam hati
“Eh eh. . ada apaan sih, ,Jadian sama siapa si
Wita ?? “ lanjutku.
“Ih. . .elo tu.
Kemana aja maaak? “ Jawab Fika.
“ Yaa kan aku nggak
tau, critain dong !!”
“Itu . .tu . . Si Wita, masa jadian sama Tian.
Hahaha. . lucu ya kita..aku sama Dion,
kamu sama Dimas, dan Wita sama Tian.. hehe. Gimana dengan Ryan ?? Sendiri dong !!
J J ”
“Beneran loe Wit “ tanyaku sambil melotot ke arah
Wita yang lagi duduk di deket vas bunga. Dengan malu-malu Wita menjawab
pertanyaanku “ Hehe. .Iya Ra”. Setelah denger jawaban dari Wita rasanya hatiku
sakit banget. Sejak saat itu aku mulai menjauh dari mereka. Aku nggak peduli
lagi sama mereka bahkan aku juga nggak peduli lagi sama Dimas, cowok aku
sendiri. Aku mulai fokus sama Ujian yang sebentar lagi akan dateng.
***
“Jika
seseorang tersenyum dengan tergenang air di matanya, apa maksud dari senyuman
itu?”. Beberapa penafsiran mungkin dapat diberikan. Tapi aku lebih setuju
dengan penafsiranku sendiri. “Senyum itu tercipta dari suasana hati, bisa haru
sekaligus bahagia”.
Fika
memelukku setelah senyuman itu. Yaa. .
Kami LULUS. Setelah menempuh Ujian Nasional yang di laksanakan selama 4
hari. Tangis haru meramaikan ruang kecil di pojok kanan dari gerbang depan
sekolahku. 3 tahun sudah aku belajar di SMP, sekarang waktunya aku melanjutkan
pendidikanku yang lebih tinggi lagi.
“Sobat,
kita tlah tahu Kita tak selamanya bersatu,
Menempuh jalan hidup yang bertabur debu,
Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu,
Saat berpisah harus menyapa,
Ku tak ingin kau teteskan air mata,
Ku tak ingin kau berduka,
Karena hati kita kan tetap bersama
Sahabatku tercinta!!
Inilah hidup Kadang kita membuka
Suatu saat kita kan menutup,
Sahabatku tercinta!!
Ku ingin kita kembali bersama
Di saat harta tak lagi berguna....”
***
Sore
itu, ibu yang lagi nyapu lantai di teras depan tiba-tiba teriak-teriak
manggilku.
“Sayang,
sayang..Raraaa”
“Iya
bu.. ada apa sih?”
“Ada
Fika ni”
“Iya
bu, suruh duduk aja dulu. Ni aku lagi ganti baju”. Setelah beberapa lama
kemudian aku menemui Fika, aku melihat mata Fika yang merah dan bengkak. Beberapa pertanyaan berdatangan di fikiranku yang tak
mungkin untuk aku tanyakan satu per satu. Tapi, akhirnya aku memberanikan diri
untuk mulai bertanya.
“Fik, kamu kenapa? Kok matanya merah gitu
?”. Tanyaku.
Dia menatapku
dengan penuh beban, aku semakin bingung.
“Kenapa
sih kamu Fik? Jawab dong!!” Tambahku agak
membentak.
Ia
tidak segera menjawab, tiba-tiba dari kedua matanya mengalir air mata yang lama
kelamaan semakin menjadi. Aku sedikit khawatir,
karena aku tadi sedikit membentak saat menanyakan keadaanya.
Tidak lama kemudian ia mulai mengeluarkan suaranya.
“ Aku
baru saja putus Ra, aku bingung mau bercerita sama siapa” jawabnya dengan suara
yang sedikit serak.
“Kenapa
Fik, kenapa bisa putus?”
“Ini
semua hanya salah faham Ra, aku dah jelasin semuanya.
Tapi Dion nggak mau tau, dia sudah di kuasai
emosinya,. Omongannya kasar, aku nggak suka itu!!”.
“Yaudahlah
Fik, kamu jangan nangis terus. Mungkin dia masih emosi, kamu tau sendirikan
gimana sifatnya Dion itu. Keras kepala!!”
“Tapi
aku nggak bisa lupain kalimat-kalimat yang di ucapin Dion, aku nggak nyangka
dia bisa kayak gitu”, lanjutnya.
“Udahlah
Fik, udah.. Mendingan kita main aja, ke taman. Mungkin itu bisa nenangin hati
kamu. Walau cuma dikit “. Ajakku.
“Iy,
aku nurut kamu aja” Jawabnya.
***
Semenjak
aku memutuskan untuk menjauh dari mereka-mereka sahabat dan pacarku. Aku memang
benar-benar menjauh. Hingga suatu saat aku tau bahwa selama aku jauh dari
mereka ternyata Dimas sudah mulai berani main-main denganku.
Apa arti cinta kalau anda saja tak mengerti cinta itu
sendiri, kalau cinta harus memiliki kenapa orang-orang yang pasangnya sudah
meninggal masih bisa bertahan dengan kesendiriaanya?? Kenapa mereka masih bisa
menjalani hidup seperti biasanya?? Atau mungkin anda berfikir bahwa cintannya
sudah pudar ??. Setau saya cinta itu datang dari hati, ia tidak akan pernah
pudar kalau memang benar-benar datang dari hati. Sebaiknya anda fahami dulu apa
arti cinta itu, sebelum anda menyakiti seseorang karna cinta semu anda yang
hanya sebuah ungkapan dari bibir manis anda .bukan dari hati .
Mungkin kata itu yang cukup mewakli hatiku,
gimana sakitnya di hianati. Mungkin karena aku lebih mementingkan pendidikanku
di banding perhatianku kepadanya, tapi apa aku salah ?? Entahlah, kalau memang
aku harus putus dengannya, aku akan mencoba untuk mengihklaskannya.
Ya
tuhan, inikah jalan yang sudah engkau gariskan untuk kami, persabatanku mulai
HANCUR, hanya karena sebuah perasaan
yang tak seharusnya kami rasakan. Atau ini hukuman dari Engkau karena kami
sudah merusak persabatan kami dengan kecerobohan kami?? Mungkinkah kami bisa
bersatu kembali suatu saat nanti.
Sekarang
kita berjalan sendiri-sendiri, meraih cita-cita tanpa orang-orang terdekat,
tanpa dukungan mereka. Entah apa yang akan terjadi esok, kami tidak tau apa
yang terjadi esok saat kami mulai bersatu kembali.
Perjalanaku
Mencari permata-permata
Yang bisa menghidupkan hati
Agar aku senantiasa mengingatNYA
Apakah permata yang kucari-cari perjalanannya sukar,
penuh berduri
Sehingga langkahanku menjadi payah
Aku bertanya-tanya, adakah masih jalan yang harus
kutempuh
Atau tersedia di depan mata
Tapi langkahku ini tak akan mengenal apa itu lelah
Permata yang ku cari selama hidupku ini pasti akan ku
temui
Dan di ujungnya pasti bahagia
Doaku hanya satu,
Semoga Allah mempertemukanku dengan permata di ujung
perjalanan
Itulah permata yang bernama
SAHABAT
Aku percaya ikatan ini.
Semoga bermanfaat :))